Showing posts with label Life's little thing. Show all posts
Showing posts with label Life's little thing. Show all posts

Thursday, May 17, 2018

Challenge accepted #1

Salam. Hi.

“Understanding is the first step to acceptance, and only with acceptance can there be recovery.” - Albus Dumbledore


Sometimes,
we are just too quick to judge.
We have listened, we told ourselves, justifying.
We did give a chance for the other person to speak their hearts out.
But rarely do we listen to understand.
Often times we listen just enough for us to come out with a reply.
We listen just so we can, later on, justify our own views.
We listen just so we can, later on, use it as a weapon to counter attack.
And we end up not understanding a single thing being said.

Sometimes,
we are just too quick to dismiss.
We have spoken, we told ourselves, justifying.
We did give a chance for the other person to understand us.
But rarely do we speak to reach out and explain.
Often times we speak just enough to convey our feelings.
We speak just so we can, later on, justify our own views.
We speak just so we can, later on, use it as a weapon to counter attack.
And they end up not understanding a single thing being said.

What, let us ask ourselves;
what was it that really caused Anakin Skywalker to become Darth Vader?
what was it thatreally  caused Tom Riddle to become Lord Voldemort?
Money? Power?
Or simply because they were being misunderstood, and was not given the chance to understand?


Seek first to understand, then be understood
- Stephen Covey

ps: Salam 1 Ramadhan :)

Monday, December 08, 2014

Mistakes, maybe.

Salam 'alaikum. Hi.


A transcript from How I Met Your Mother, S1E20; Milk.

Lily: Come on! It's an adventure.
Ted: No, it's not an adventure. It's a mistake.
Lily: Okay, yes it's a mistake. I know it's a mistake. But there are certain things in life where you know it's a mistake but you don't really know it's a mistake because the only way to really know it's a mistake is to make the mistake, and look back and say, "Yep, that was a mistake". So, really, the bigger mistake would be to not make the mistake, because then you go your whole life not really knowing if something is a mistake or not. And, damn it, i've made no mistakes! I've done all of this - my life, my relationship, my career - mistake-free. Does any of this make sense to you?
Ted: I don't know. You said "mistake" a lot.


There are times when we aren't sure about our lives.
We are torn apart between two choices. We know what we want, and we know what is right.
We may even know it will be a mistake if we do it.
So we weigh the pros and cons.
And we end up doing nothing, out of fear of making mistakes.

We live in an environment where making a mistake is not acceptable. Not even tolerable at times. Well, for some of us, at least.
So we grow up making the "right" choices, the "right" decisions. Mistake-free.
And along the way, we miss out on a lot of things.
We become too afraid to open our minds and widen our views.
Because we don't know what is outside this box we are accustomed to.
And every time we try to step out, the fear of making mistakes engulfs us. Much like agoraphobia.

Sometimes, even if you know something's a mistake, you've got to make it anyway.
Then you will really know it's a mistake.
And you will learn to live with it, to forgive yourself for making that mistake, and to come to peace with it.

I guess.



There will be a time when we must choose between what is easy and what is right.
- Albus Dumbledore -

Friday, January 03, 2014

Hadiah 30

Salam alaikum. Salam buat semua.

Dalam kekalutan
dalam kebencian
dalam kemarahan
dalam kekecewaan
dalam kehampaan
yang di mana-mana pada saat-saat ini;
kita muhasabah, mari?





"Which is why our sages tell us to repent exactly one day before we die."
But how do you know it's the day before you die? I asked.
He raised his eyebrows.
"Exactly"
- Mitch Albom -

Thursday, October 31, 2013

takde bermungkin-mungkin

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

"Aku mengibaratkan diriku sebagai durian hujung julai, sesuai dengan diri yang tidak mahu gugur dan hanya menunggu ketika untuk jatuh ke bumi; jauh dari bumi di bawah sana. Kesepian asyik memagut-magut setiap penjuru perjalanan kehidupanku yang serba daif. Sekali imbas, terasa sepi dan benar-benar tersisih daripada sesiapa saja kecuali angin berpawana dan mentari yang menyinar..." -Shahnon Ahmad-

Apa tu, orang selalu cakap?
Masa adalah penawar?
Lama otak aku fikir, selongkar semua neuron yang ada.
Masa adalah penawar.
Aku fikir lagi.
Masa adalah penawar?
Dedaun kuning yang luruh aku abaikan. Terus berjalan.
Masa? Penawar?
Penawar tu bukan macam ubat ke?
Macam mana masa yang tak tercapai pancaindera nak gapai, yang membuatkan manusia tidak sudah berdebat tentang dia,boleh menjadi penawar, menjadi ubat?
Dengan bed rest dan immobilisation? (abaikan; post-orthopaedics)
Apa benda masa ni?
Apa benda ni?
Ahhh. Give up neuron aku nak menembak-nembak lagi.

Kalaulah boleh diulang masa.
Aku perlukan masa.
Tak cukup masa, tak cukup masa!
Beri dia masa.
Masa tu lah dia, punca masa-lah.
Ah sudahlah. Buang masa cakap dengan kau.
Terasa ibarat masa berterbangan keluar tingkap (Erkk)

Macam-macam kata kerja kita guna untuk masa. Sesuka hati.
Macamlah masa itu sesuatu objek wujud berjisim.

Tapi kan, mungkin juga.
Dengan selang masa, kesakitan yang kita alami makin berkurang.
Dengan selang masa, segala jerih payah rasa terubat.
Dengan selang masa, kekusutan boleh terlerai.
Dengan selang masa, kesusahan boleh jadi lupa.

Ahh. Itu kata kuncinya. Barangkali.
Lupa.
Masa, mungkin tidak dapat mengubati secara lahir.
Tapi masa, dengan selang masa, kita jadi lupa pada kesakitan, kesusahan, kepedihan kita.
Mungkin itulah dianya.
Mungkin sekali.
Mungkin.

"Man alone measures time.
Man alone chimes the hour.
And, because of this, man alone suffers a paralysing fear that no other creature endures.
A fear of time running out."

- the time keeper, Mitch Albom

Nah hadiah. Semoga boleh tersenyum.






kau tau. kau sayu. kau rindu;
-- sama tuhan.
-fynn jamal-

ps: Ahh malas aku nak ber-ps-ps hari ni.
nota kaki: bernotakaki pun aku malas. oktengsbai.

Friday, September 13, 2013

Hadiah 28

Salam alaikum. Salam buat semua.

Just finished reading Anthem by Hlovate. Akhirnya, I know.
Compared to Hlovate's other books, this one is...
the same... yet so different.
And this is what's written on the last page, which I'm sure there's many out there who feels this way.
words!

...saya dalam gelap...
...dan salah siapa kalau saya tak nampak?
...kenapa orang keliling hanya pandai bising...
...tapi tak pandai menghulur tangan?

Jangan pernah judge masa lampau orang lain. Mana mungkin kita tahu jika masa lampaunya tu adalah masa depan kita.

Jangan pernah merasa kita mulia jika baju kita putih dan tak pernah bercemar noda, kalau tak pernah kita hulur tangan kepada mereka yang bergelumang lumpur dan kotor.

Jangan rasa bagus dengan hanya menggeleng kepala dan bising pada yang salah dan pincang, jika tak pernah kita singsing lengan untuk membetulkan dan membantu.

Jangan menyalahkan mereka yang larut hanyut, jika tak pernah nak cuba tarik mereka yang lemas dan tenggelam. Apatah lagi nak mengajarkan mereka berenang atau meminjamkan pelampung.

Moga hari ini, esok dan akan datang
adalah yang baik-baik je sampai ke penghujung nyawa.
Moga walau hari ini adalah hitam, kelabu dan kelam
tapi esok masih punya harapan untuk jadi pelangi seribu warna.
Minta dengan doa.

Maka,
anthem anda apa pula?



Tiba-tiba masuk mood Switchfoot


Syurga itu terlalu luas;
kenapa perlu dikedekut-kedekutkan?
- Fynn Jamal -

Sunday, June 30, 2013

With 9 hours to go...

Salam 'alaikum. Salam for all.

I'm not quite sure what I've been doing these past few days.
I mean, I know what I've filled my days with, but I'm not quite sure what I've been doing.
Or rather why I've been doing what I've been doing.
I've been putting off packing up until now; and my flight is in less than 12 hours.



Two and a half months away.
I miss it already.


"But you didn't complain about it"
"Because I know you'll always find excuses not to make my life easier"
"But you're not here to make life easier. You're here to discover the meaning of life"
*frowns*
"You're here to discover yourself"


Everyone believes that the main aim in life is to follow a plan. They never ask if that plan is theirs or if it was created by another person. They accumulate experiences, memories, things, other people's ideas, and it is more than they can possibly cope with.
And that is why they forget their dreams.
- The Zahir - Paulo Coelho - 


ps: Get off the beaten path, someone said to me.
ps2: Alhamdulillah. Unofficially a 5th year med-student. (^_^)v

Thursday, November 15, 2012

Calling for...



" Rasulullah SAW melakukan qunut (Nazilah) satu bulan berturut-turut dalam shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh, tatkala berkata sami'allahu liman hamidah pada rakaat terakhir. Mendoakan untuk kebinasaan perkampungan Bani Sulaim, kabilah Ri'l, Dzikwan dan 'Ushiyyah. Sahabat di belakangnya mengamini"
[HR. Abu Dawud dan Ahmad]

Monday, October 29, 2012

Entah yang keberapa kali.

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

Subhanallah. Alhamdulillah. Astaghfirullah.

"Blogpost baru awak tu, awak nak perli saya ya?"
"Hah! Yang mana?"
"Eleh. Macam lah saya tak tahu. Tak baik tau perli-perli. Nak tegur, tegurlah elok-elok"
"Ehhh. Cubalaaaahhh anda berlapang dada sikit, bersangka baik sikit. Tak ada mananya saya nak perli-perli awak. Yang awak terasa lebih ni dah kenapa?"
*krikk.krikk.krikk*

*ayat di-edit bagi memaksimakan impak

Haa, lebih kurang begitulah dialog antara saya dengan seorang sahabat saya ni, beberapa tahun lalu.
Ok, mungkin tak lah beberapa tahun lalu, tapi bukanlah baru sangat.

Sering kita katakan, salamatus sadr dan husnudzon adalah tahap terbawah ukhuwwah.
Tetapi sejauh mana kita menghayatinya?
Sejauh mana kita mengamalkannya?
Sejauh mana, kita yang mengaku dan mengucapkan ukhuwwah fillah abadan abadaa sini-sana, benar-benar menjadikan dua perkara tersebut sebahagian daripada kehidupan kita?
Allahu Rabbi.

Dah kalau tak ada lagi salamatus sadr dan husnudzon antara kita dan sahabat kita, maka di manakah letaknya ukhuwwah yang kita katakan?
Dah kalau tak ada lagi salamatus sadr dan husnudzon antara kita dan sahabat kita, maka apa lagi yang berbaki daripada sesuatu yang kita katakan ukhuwwah itu?

Dan dua perkara itu memang sangat sukar untuk dilaksanakan, yet, tetap menjadi tahap terbawah dalam tahapan ukhuwwah.
Kenapa?
Dan apa pentingnya ukhuwwah itu?
Haa. Itu, saya tinggalkan pada anda untuk fikirkan.



Berkenal-kenalanlah dengan tiap-tiap saurdaramu. - ISHAB


Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (ugama Islam), dan janganlah kamu bercerai-berai; dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa jahiliyah dahulu), lalu Allah menyatukan di antara hati kamu (sehingga kamu bersatu-padu dengan nikmat Islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang Islam yang bersaudara.
[Ali Imran (3) : 103]


ps: Berat betul nak buat apa yang sering kita perkatakan. *sigh-bunyi-macam-mengeluh-tapi-bukan-sebab-tak-baik-mengeluh*
ps2: Moga tak beku gerak kerja kita dalam kesejukan suhu Warszawa saat ini. Ohoi.
ps3: Istighfar. Istighfar. Doa. Doa



Sunday, September 16, 2012

Ubi kentang memang sedap.

Salam 'alaikum. Salam buat semua.


Satu hari tu, ada lah seorang ni, konon-kononnya nak buat mashed potato yang ter-paling sedap di alam semesta.
Maka bermulalah langkah pertama; rebus ubi kentang.
Setelah merebus, percubaan menanggalkan kulit ubi kentang tersebut sangat-lah susah, sebab panas sangat.
Datanglah seseorang, lantas bertanya (membebel kot lebih tepat)

A: Kenapa pi rebus dengan kulit-kulit sekali? Kan susah nak peel. Kalau dah peel siap-siap baru rebus kan mudah. Blablabla jimat masa blablabla-nyenyenye.
B: Ye laa. Ubi kentang ni, kalau kena rebus sekali dengan kulit, barulah manis dia tak hilang. Macam manusia. Kalau kena rebus dan dia tak tanggal-tanggal pakaian dia, barulah terasa manisnya iman tu. *lantas berlalu pergi*
A:   :o

Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu, dan pakaian perhiasan; dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya.
[al-A'raf (7) : 26]

Monday, September 03, 2012

The end is not the end. 'Nuff said.

We cannot prevent death. But what we can do is to facilitate it.


Salam 'alaikum. Salam buat semua.

I've just started my summer clerkship/ elective posting/ practical lah senang cerita at a Paediatrics department.
And the "suasana" in the ward, peh. Memang tak mampu nak berkata apa-apa.
Kids running and jumping around, babies crying everywhere.
But I guess that's the beauty of any Paediatrics department. Mungkin lahh.

Wad Paediatrik di Malaysia agak berbeza konsepnya daripada wad Paediatrik di Warsaw, di mana setiap wad adalah department Paediatrik yang berbeza.
Di sini, semua pesakit, semua kes akan masuk wad sama.
Maka berbagailah ragam riang ria ceria kanak-kanak yang dapat dilihat.

It's indescribable. Really.
Seeing new life being welcomed to the world, the joy, at one end of the ward.
While at the other end, seeing life waiting to be ended with acceptance.
But that's life. I guess.

And so, the doctor told me;  "We cannot prevent death. But what we can do is to facilitate it. For both, the patient and the family".
And the hardest part is to accept.
And to accept, one must first understand.
And to understand, one needs a heart.
A heart that knows where to turn to in times of joy and grief.



Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun.
Dari Allah kita datang, dan kepadaNya kembalinya kita.
Sungguh. KepadaNya lah kembalinya kita.
Hanya itu yang dapat saya ungkapkan tatkala menerima berita pemergian seorang sahabat.
I may not know her well.
I may not see her often.
But the brief moments I get to know her are enough for me to know what a person we would all be missing.
Mungkin di situlah letaknya nikmat bertemu kerana kasihkan dan sama-sama mencari redhaNya.
Moga Allah berkati.
Moga Allah terima amalannya dan amalan kita.
Harapan saya agar dapat bertemu kembali di Jannah yang abadi.
Moga damailah di sana, dalam dakapan kasih sayang Allah Yang Maha Agung.

ps: Sungguhlah. Kematian itu peringatan. Buat kita semua. Moga Allah kurniakan kita semua dengan husnul khatimah.

Monday, May 21, 2012

Hadiah 21

Salam'alaikum. Salam for all.

If you can keep your head when all about you

Are losing theirs and blaming it on you;

If you can trust yourself when all men doubt you,

But make allowance for their doubting too


- Rudyard Kipling - If




Just do it. What ever it is.

Even if it's just what you want to believe is right.

Others, they're just waiting.

Waiting for you to fall.

Hoping for you to fall.

So that they can clap their hands and look at you with faces that say "told ya".

What should you do then?

Get up and keep trying. Until one day you can look back at them with a face that says "back at ya".

Give yourself the benefit of the doubt.

That benefit of the doubt.

Even when all else fail.




Forthwith he (starts) constructing the Ark: Every time that the chiefs of his people passed by him, they threw ridicule on him. He said: “If ye ridicule us now, we (in our turn) can look down on you with ridicule likewise!
[11:38]

Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, May 17, 2012

Hadiah 20

Salam 'alaikum. Salam for all.

The excitement of seeing the so-called Super Moon.
Nature has never failed to amaze the eyes.


As far as my 18-55mm allows.
Experimenting with different exposure. Different exposures, different results.
Just as how we view the world; different perspectives, different outcomes. Fair enough.


"Our Lord! not for naught Hast Thou created (all) this! Glory to Thee! Give us salvation from the penalty of the Fire." [Ali-'Imran 3 : 191]

Life breaks us all but in the end we are stronger in the broken places.
- Earnest Hemingway

Friday, May 11, 2012

Hadiah 17

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

Sekiranya kami turunkan al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berfikir. [al-Hasyr 59:21]



ps: Hoho. Obsesi gunung -__-"

Friday, April 13, 2012

Hadiah 14

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

Terngiang-ngiang lagu ni sepanjang minggu.


Kadang-kadang kita rasa kita sibuk mencari redha Allah, kita rasa kita sibuk menjalankan tanggungjawab kita, kita lupa pada perkara-perkara yang tertinggal.
Rasa-rasa macam kecil, picisan. Tapi hakikatnya, tidak begitu.
Kerana "yang tertinggal" itu jugalah, pada masa-masanya, yang akan beri kesan pada pergerakan dan amal kita.

Selamat muhasabah.
Moga Allah redha.

Monday, March 05, 2012

25, ya. 25 hari.

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

Ada link nak dikongsikan. Video lama, tapi sangat cool. Selamat ber-emosi.

http://palestinkini.info/?p=7273

Wednesday, February 15, 2012

Fuhhh!

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

Angin monsun apa tiba-tiba ownerkedaikopi ni rajin sangat tambah-tambah entri.
Hey, bersyukurlah masih ada internet, boleh membaca.
Oh. Alhamdulillah.

Terjaga dari lena awal pagi tadi disebabkan bunyi jam loceng yang bingit.
Ok. Masa untuk bangun. Berbalam-balam sumber bunyi kelihatan.
Huh. Siapa pula rajin sangat berpesanan FB tengah-tengah pagi buta ni.
Kejap lagi lah baca.

Mungkin pesanan itulah yang membawa angin aura diabetes ke Warsaw belakangan ini.
Yang buat saya tersenyum. Sepanjang hari. Setakat inilah.
Walau bebola putih kecil turun ke bumi dengan meriahnya hingga menyebabkan jaringan tram meragam tak nak bergerak yang akhirnya menyebabkan saya lambat tiba di kelas. Masih mampu tersenyum.
Oh! Angau apakah ini?

Sahabat saya, yang sama-sama ponteng kelas untuk makan nasi lemak mak cik depan sekolah acap kali saya ke rumahnya untuk bermain-main dengan adiknya yang comel gila, yang sayang saya lebih daripada kakak dia sendiri (ok, perasan), yang mencampak telefon bimbitnya ke bawah dari tingkat 3 rumahnya. Huu. Ekstrem sungguh!

Sahabat saya, yang merupakan orang pertama yang menegur saya apabila saya berpindah ke sekolah baru.

Sahabat saya, yang pernah kena baling tepung pada ulang tahun kelahirannya. Bukan dengan tepung gandum, tapi tepung kanji. Aduh. Melekat habis semua.

Sahabat saya, yang dengan motosikal bapanya lah kami "mengajar" sahabat kami yang seorang lagi untuk menunggang motosikal (dan pertama kali juga kami merasa jatuh motor tergolek sakan).

Sahabat saya, yang rumahnya lah menjadi tempat santapan tengahari kami tatkala ada kokurikulum pada waktu petangnya.

Sahabat saya, yang emaknya lah yang menjahit baju kurung sekolah saya.

Sahabat saya, yang tak henti bergelak sakan apabila dapat tahu saya ditawarkan menjadi pengawas sekolah.  -__-"

Sahabat saya, yang sudah lama saya bercita-cita untuk melawat keluarganya yang berpindah jauh ke utara tanah air, tapi masih belum diizinkanNya untuk bertemu.

Sahabat saya, yang pernah berkata pada saya ketika di tingkatan 4 "weh, kau jangan kahwin tau sampai bila-bila. Nanti kita bertiga (dengan seorang lagi sahabat kami) tinggal serumah. Kau jaga aku, aku jaga kau".

Dan sahabat saya yang itulah yang menghantar pesanan kepada saya pagi ini, 6 tahun kemudian, yang berbunyi
"Weh aku nak kahwin... Lagi 10 hari".

Mabrouk 'alayk sahabat! Semoga rumah tangga yang bakal dibina sentiasa dilimpahi barakah, mawaddah wa rahmah. Moga dengan tingkatan tangga yang didaki dapat mendekatkan lagi kalian kepadaNya. Amiin.

Selamat (bakal) pengantin baru, sahabat!

Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
[65:3]

ps: Terharu lebih pula sahabat seorang ni nak tinggalkan kita satu langkah ke hadapan.
ps2: Tiba-tiba teringat soalan adik saya beberapa hari yang lalu. "Kakak bila nak kahwin?" *pengsan*

Tuesday, February 14, 2012

Heyy!

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

Jalan-jalan.
Toleh kanan.
Toleh kiri.
Pandang atas.
Pandang bawah.
Muka makin confuse.
Masuk-masuk kelas, tengok papan tulis.
Fikir-fikir-fikir. Apa benda pula ni. Oh!
Macam mana boleh lupa. Patutlah semua benda dan semua orang jiwang.
Ok.

Ya. Hari ini ada peperiksaan.
Lagi? Baru mula semester 2 hari dah ada peperiksaan?
Alhamdulillah ada peperiksaan. Tanda kita masih lagi siswa-siswi yang berpeluang untuk terus berada di menara gading.
Ramai lagi yang sangat inginkan posisi anda sekarang. Tapi tak berpeluang.
Mungkin kerana himpitan hidup yang menyesakkan. Atau mungkin kerana punya tanggungjawab yang lebih besar. Atawa mungkin kerana...ah. Banyak lagilah kemungkinannya.
Pokoknya tak berpeluang.
Hah. Merungut lah lagi sana-sini.
Ok. Insaf. Y_Y

Ceritanya. Sungguh keletihan kelelahan kepenatan pulang dari kelas hari ini.
Tak. Bukan merungut. Pembinaan plot. Jangan kacau.
Benar, peperiksaan memang mampu menyedut habis segala tenaga dan daya fikir kita, seperti mana prosedur liposuction mampu menyedut habis lemak-lemak terkumpul. Ok, mengarut.
Dah sampai rumah, tengok telefon bimbit, oh ada pesanan ringkas, yang ber-waktu... pagi tadi. Kenapa sekarang baru baca? -__-"

Pesanannya ringkas. Tapi mampu buat saya hyperventilate.
Sabar, sabar. Tarik nafas, lepas. Tarik, lepas. Beg kertas, beg kertas! Mana beg kertas?
Err. Apa kaitan dengan beg kertas?
Malas nak cerita. Baca sendiri.

Oo..kay.. Habis kenapa hyperventilate?
Kenapa, hang tanya? Tau tak, pesanan itu... Pesanan itu sungguh... Sungguh..
*diabetic*. Oh la la.
Insulin pump. Insulin pump.

Senyum. Lantas teringat:

"Wahai manusia, dengarkan dan fahamilah; ketauhilah bahwa Allah memiliki para hamba yang mereka itu bukan para nabi ataupun syuhada. Para nabi dan syuhada ingin seperti mereka, padahal mereka memiliki kedekatan dan kedudukan di sisi Allah." Seseorang Badui berkata, "Wahai Rasulullah tolong sifatkan mereka kepada kami."Rasulullah lantas tersenyum mendengar ucapan lelaki badui tersebut , dan bersabda, "Mereka adalah orang-orang yang tidak dikenal dan asing, mereka tidak memiliki tali kekerabatan satu sama lain, mereka saling mencintai karena Allah dan menjadi satu barisan. Allah menyediakan mimbar-mimbar dari cahaya, untuk mereka sebagai tempat duduk mereka dan menjadikan wajah dan pakaian mereka bercahaya. Pada hari kiamat manusia diliputi rasa takut namun mereka tidak, mereka adalah wali-wali Allah, mereka tidak merasa takut dan bersedih."[Riwayat Ahmad, di-shahih-kan Al-Albani dalam Shahihut Targhib 3027]


Aha. Ohsem bukan? Mahu lagi?


"Berhak mendapatkan cintaku orang-orang yang saling mencintai karena Aku, berhak mendapat cintaku orang-orang yang saling menasihati karena Aku, berhak mendapatkan cintaku orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, berhak mendapatkan cintaku orang-orang yang saling memberi karena Aku, mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya."[Riwayat Ibnu Hibban, di-shahih-kan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib Wa Tarhib, 3019]


Maka....


Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah, melainkan orang yang paling dicintai Allah di antara keduanya adalah yang paling besar kecintaannya kepada saudaranya
[HR Bukhari]


ps: Ya saya akui entri ini jiwang sedikit banyak. Sahabat saya yang *ehem*balikMalaysia*ehem* telah membelikan saya sebuah buku berfalsafah-tapi-jiwang-tapi-berilmiah-suka-hati-sayalah-nak-suka-buku-macam-tu-heyy. Buku yang saya cari sejak setahun lalu.
Reaksi masa baca - pehh! Jiwang. Tamat bacaan - insaf Y_Y.
Sungguh manusia itu harus sedar menginsafi diri.
Ohsem, bukan? (^^)v
ps2: Oh sahabat-sahabat saya. Maafkan kekurangan diri ini. Sungguh. Saya sayang anda, anda, anda dan anda. *lari terjun tasik*

nota kaki: Perkataan "atawa" tu bukan typo ye. Memang wujud dalam bahasa tercinta. Ya, saya baru tahu. Oh!

Saturday, February 04, 2012

Hadiah 12

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

Subhanallah. Alhamdulillah. Astaghfirullah.

Cinta itu tidaklah hanya apa yang diucap oleh mulut. Tidak cukup juga sekadar rasa dan ucapan, tapi perlu dibukti dengan perbuatan.

Saya yakin dan pasti anda semua tahu apa istimewanya 12 Rabiul awwal. Terutama anda yang di Malaysia (cuti kan. Hehe).

Mari sama-sama kita cuba untuk bukti cinta kita kepada baginda. Selamat istiqamah mengikuti sunnah (^^)v



Tuesday, January 31, 2012

Hadiah 11

Salam 'alaikum. Salam buat semua.

Moga semua berada dalam keadaan super lagi ohsem tahap kesihatan fizikal, mental dan imannya.
Alhamdulillah. Subhanallah.

Ya, sekarang tengah cuti. Cuti semester.
3 minggu. Kenapa? Tak puas hati?
Dan telah lebih seminggu pun berlalu. Dan ya, saya tak ada plan untuk kemana-mana. Suka hatilah!
Selain daripada tak ada plan untuk kemana-mana, saya juga turut tidak punya "mood" untuk menelaah mata pelajaran yang bakal ada peperiksaannya 2 minggu lagi. Oh! <== mood cuti. bukan salah saya.
Dengan suhu luar yang tiba-tiba mendadak turun menjadi -15 darjah Celsius. Oh!
Maka saya pun hibernate dalam rumah. Macam panda.

Tiba-tiba, pagi-pagi lagi kawan saya yang sedang bergembira di kampung halaman *tchht* menghantar pesanan kepada saya melalui Apa Aplikasi.
Dan setelah puas mengarut, beliau pun mempromosi sebuah cerita terbaru yang ditayangkan Sabtu lalu oleh sebuah stesen televisyen di Malaysia.
Dan semestinya saya terpengaruh. Lalu saya pun menonton cerita tersebut.

Pada saya cerita tersebut bagaikan salah satu oasis buat para penonton yang bagaikan terus-terusan disumbat dengan kacang (baca: cerita mengarut pfft) sampai dahaga tak terkata tetapi tak ada siapa nak beri air minuman. Pehh!
Oh. Cerita tersebut memang berjaya membuatkan saya terharu Y_Y.
Dan paling penting, cerita tersebut berjaya membuat saya rasa nak pergi menelaah dan bermeditasi di hadapan buku.
Dengan izin Allah. Alhamdulillah.

Ok bye. Nak ber-rendezvous dengan buku. Kot.


Kerna ku bisa, dan ku akan terbang
*Oh yeah!*

ps: Oh ye. Tajuk cerita tersebut adalah..... Aku Mahu Terbang (^^)v

Monday, January 16, 2012

Hadiah 8

Salam 'alaikum. Salam buat semua.


Setitis derita melanda, segunung kurniaanNya.
Allahu Rabbi
(^^)v